Hai, investor! Pernah dengar istilah “free float saham”? Pasti sering banget ya. Ini tuh salah satu indikator penting yang bisa bantu kamu melihat seberapa likuid suatu saham di pasar. Nah, kalau di artikel sebelumnya kita udah bahas tuntas apa itu free float dan kenapa penting, kali ini kita mau bedah lebih dalam lagi nih soal cara menghitung free float saham. Jangan khawatir, kita akan ulas panduan praktisnya biar kamu nggak bingung lagi!
Memahami free float ini penting banget lho buat investor. Buat kamu yang penasaran lebih lanjut tentang konsep dasarnya dan kenapa free float itu krusial bagi investor, kamu bisa banget cek panduan lengkap mengenai free float saham. Setelah itu, baru deh kita lebih fokus ke angka-angkanya. Yuk, kita mulai detailin gimana sih cara menghitungnya biar nggak cuma paham teori aja!
Membedah Konsep Free Float Saham Lebih Dalam
Sebelum kita loncat ke rumus-rumus, ada baiknya kita ingetin lagi sedikit esensi dari free float. Free float ini intinya adalah jumlah saham yang benar-benar bisa diperdagangkan secara bebas di pasar. Jadi, bukan cuma total saham beredar perusahaan aja, tapi ada bagian-bagian yang harus ‘dikeluarkan’ dari perhitungan karena nggak bisa diperjualbelikan secara bebas atau dipegang oleh pihak-pihak yang punya kepentingan khusus. Misalnya nih, saham yang dipegang oleh pemegang saham pengendali, saham treasuri, atau saham milik direksi dan komisaris, biasanya nggak dianggap sebagai free float. Kenapa? Karena mereka punya motif yang berbeda dengan investor retail biasa. Mereka cenderung nggak akan sering-sering jual beli sahamnya, atau bahkan ada aturan yang melarang mereka untuk jual dalam periode tertentu. Jadi, penting banget nih kita tahu komponennya biar nggak salah hitung! Related Article: Memahami Free Float Saham: Panduan Lengkap untuk InvestorKomponen Kunci dalam Perhitungan Free Float
Mencari tahu cara menghitung free float saham itu berarti kamu harus paham banget mana saham yang termasuk dan mana yang harus dikecualikan. Ini dia rinciannya:Apa Saja yang Masuk Hitungan Free Float?
- Saham yang Dipegang Publik (Investor Retail): Ini dia inti dari free float. Semua saham yang dipegang oleh kamu, saya, dan investor perorangan atau institusi yang nggak punya kontrol signifikan terhadap perusahaan.
- Saham Pegangan Investor Institusi Non-Pengendali: Dana pensiun, reksa dana, atau lembaga investasi lain yang memegang saham perusahaan tapi bukan sebagai pengendali. Mereka juga biasanya memperdagangkan saham tersebut di pasar.
- Saham yang Diterbitkan Perusahaan dan Beredar Bebas: Ini adalah bagian terbesar dari saham yang beredar dan memang diperuntukkan untuk pasar.
Pengecualian: Siapa yang Tidak Termasuk Free Float?
Nah, ini bagian pentingnya! Pengecualian ini memastikan bahwa angka free float benar-benar merepresentasikan likuiditas pasar yang sesungguhnya. Kalau nggak dikecualikan, angkanya bisa misleading banget. Apa aja sih yang nggak termasuk free float?- Saham Pemegang Saham Pengendali: Pihak yang punya porsi saham mayoritas dan bisa mengontrol jalannya perusahaan. Mereka kan jarang banget jual beli sahamnya.
- Saham Milik Direksi dan Komisaris: Orang-orang penting di perusahaan ini juga punya saham, tapi biasanya ada tujuan jangka panjang atau aturan yang mengikat kepemilikan mereka.
- Saham Treasuri (Treasury Stock): Ini saham yang dibeli kembali oleh perusahaan sendiri. Saham ini 'tidur' dan nggak diperdagangkan di pasar.
- Saham yang Dipegang Afiliasi atau Terkait: Pihak-pihak yang punya hubungan khusus dengan perusahaan atau pemegang saham pengendali, misalnya anak perusahaan atau perusahaan grup.
- Saham dengan Pembatasan Perdagangan (Restricted Stock): Saham yang ada di tangan investor tapi punya batasan waktu jual tertentu, misalnya setelah IPO.
Langkah-Langkah Detail Menghitung Free Float Saham
Gimana sih cara menghitung free float saham secara lebih rinci? Yuk, kita bedah langkah demi langkahnya. Ini bukan cuma rumus sederhana, tapi detail yang bisa bantu kamu:1. Kumpulkan Data Total Saham Beredar Perusahaan
Langkah pertama, kamu harus tahu dulu berapa total saham yang sudah diterbitkan dan beredar di publik (outstanding shares). Data ini biasanya bisa kamu temukan di laporan keuangan perusahaan, laporan tahunan, atau di situs Bursa Efek Indonesia (BEI) pada bagian profil emiten. Contoh: Sebuah perusahaan, PT Untung Selalu Tbk (SAYA), punya total saham beredar sebanyak 10 miliar lembar.2. Identifikasi Pemegang Saham yang Tidak Termasuk Free Float
Setelah itu, kamu perlu mencari tahu siapa saja dan berapa porsi saham yang dipegang oleh pihak-pihak yang kita bahas di bagian pengecualian tadi. Ini butuh sedikit ketelitian karena datanya tersebar. Kamu bisa cek di laporan kepemilikan saham bulanan/tahunan yang dirilis perusahaan atau di IDX (Bursa Efek Indonesia).- Saham Pemegang Saham Pengendali & Afiliasi: Misalnya, keluarga pendiri dan perusahaan induknya memegang 6 miliar lembar saham.
- Saham Direksi & Komisaris: Jajaran direksi dan komisaris memegang 500 juta lembar saham.
- Saham Treasuri: Perusahaan ini punya 500 juta lembar saham treasuri.
